UPAYA MENINGKATKAN MINAT BACA SISWA SD

Pendahuluan.

Dunia kita dewasa ini sangatlah berbeda dengan dunia beberapa tahun yang lalu. Jumlah penduduk semakin meningkat. Ilmu pengetahuan berkembang dengan pesat dan sumber–sumber pengetahuan berupa buku–buku maupun media cetak lainnya tumbuh dengan pesatnya pula.

Pendidikan yang hanya ditujukan untuk mengembangkan intelek dan ketrampilan – ketrempilan tertentu tidaklah memadai lagi di jaman sekarang agar dapat mempersiapkan anak didik hidup dalam dunia yang cepat berubah ini, seharusnya pendidikan lebih bersifat dinamis dan mampu meningkatkan daya anak berfikir dengan tujuan  : Meningkatkan kemampuan dan menanamkan kebiasaan belajar sendiri sesuai dengan bakat dan daya perkembangannya.

Pelajaran di kelas dan buku teks masih mempunyai peranan penting dalam menyampaikan pengetahuan – pengetahuan tertentu. Tetapi tidaklah ada buku pelajaran yang isinya mencakup lengkap dengan segala sesuatu yang perlu diketahui murid.

Untuk mencapai tujuan yang lebih luas, diperlukan PERPUSTAKAAN yang berisikan berbagai jenis sumber pengetahuan dan memberi kesempatan kepada tiap-tiap anak didik untuk belajar sendiri dengan bakat, perhatian dan waktu yang dimiliki oleh anak.

Bahan-bahan pustaka akan menimbulkan motivasi belajar dan menghidupkan gairah serta minat baca untuk memperkaya pengetahuannya. Hal-hal baru yang ditemukan anak dalam perpustakaan akan menimbulkan daya pikir anak lebih tinggi. Dalam hal ini perpustakaan itu merupakan alat yang memainkan peranan aktif dalam proses pendidikan generasi yang akan datang.

Berikut saya akan menguraikan pokok-pokok masalah bagaimana upaya sebagai pengelola perpustakaan di sekolah untuk lebih meningkatkan minat baca anak pada perpustakaan di sekolah maupun terhadap buku-buku sumber pengetahuan antara lain : 1) Fungsi perpustakaan sekolah; 2) Cara pengelolaan perpustakaan sekolah.

 Fungsi perpustakaan sekolah

Berbicara tentang perpustakaan di sekolah tidak akan lepas begitu saja dari masalah pendidikan yang diselenggarakan di sekolah. Kami mencoba membandingkan pendidikan yang dilaksanakan beberapa tahun yang lalu dengan pelaksanaan pendidikan masa sekarang, termasuk didalamnya pelaksanaan pengelolaan perpustakaan di sekolah

Pada masa dahulu, tugas utama dari sekolah adalah melatih kemahiran dalam mata pelajaran mata pelajaran tertentu. Untuk setiap mata pelajaran disediakan buku-buku pelajaran. Seluruh program dan organisasi sekolah serta metode mengajar dan alat alat pelajaran ditujukan untuk mencapai taraf kemahiran yang telah ditentukan. Buku-buku pelajaran merupakan hal yang penting peranannya dalam sistim ini. Buku dan sumber pengetahuan yang lain sekan dikesampingkan, sebab buku pelajaran sudah dianggap dapat mencakup segala yang perlu diketahui murid.

Perpustakaan yang berisikan berbagai jenis sumber pengetahuan dan diatur dalam ruangan yang kusus, tidak dirasa perlu, kalaupun ada buku-buku gunanya hanya sekedar persediaan untuk bacaan hiburan. Jenis dan ruang lingkup isi buku – buku tidak di tentukan dengan seksama. Murid diperbolehkan meminjam buku– buku, tetapi tidak di atur dan di haruskan memakai buku–buku tertentu untuk menambah pengetahuan mereka.

Cepatnya perkembangan ilmu pengetahuan di segala bidang, dewasa ini membuat manusia sadar, bahwa tugas sekolah tidak cukup melatih ingatan dan kemahiran dalam beberapa mata pelajaran saja. Isi pelajaran tidak dapat lagi di batasi hanya kepada isi buku pelajaran. Pendidikan tidak hanya menyampaikan pengetahuan dari guru dan buku pelajaran kepada anak didik, tetapi juga memberikan kesempatan kepada anak didik untuk ikut aktif dalam usaha membuka pikirannya, mengembangkan semua jenis  bakat yang ada padanya dan membiasakan anak memperkaya pengetahuannya dengan usahanya sendiri melalui kegemarannya membaca.

Perpustakaan sekolah di adakan bukan lagi hanya sekedar melayani selera para pelajar ( siswa ) untuk membaca buku–buku. Perpustakaan itu harus dapat membantu para pelajar mengasah otak, memperluas dan memperdalam pengetahuan , melahirkan kecekatan. Perpustakaan itu harus dapat membantu siswa untuk beraktivitas baik untuk mendukung kurikuler dan ekstra kurikuler.

Sedangkan fungsi utama dari perpustakaan :

  1. 1.      Edukatif

Membantu para pelajar melaksanakan penyelelidikan dan mencari keterangan yang lebih luas dari pelajaran yang di dapatnya di dalam kelas. Perpustakaan harus memberikan bahan- bahan yang dapat memperkaya pelajaran , membentuk watak dan pribadi yang halus dan luhur  serta berjiwa patriot sejati.

  1. 2.      Information ( Informasi )

Dari sumber yang beraneka ragam itu seorang  anak  dapat mengetahui bahwa berbagai informasi dapat di berikan dengan cara yang berbeda–beda. daya kritiknya akan lebih berkembang bila ia menemukan keterangan yang bertentangan , mengenai masalah yang sama dari buku – buku yang mereka baca.

  1. 3.   INSPIRASI

Perpustakaan yang baik juga harus dapat membantu siswa untuk mengembangkan kegemarannya , dan menimbulkan gagasan baru

  1. 4.   PENDIDIKAN TANGGUNG JAWAB

Perpustakaan yang di pimpin dan diatur baik, akan memberikan pendidikan tanggung jawab. Siswa diikutsertakan dalam pekerjaan rutin pengelolaan perpustakaan, seperti:  a) menolong menyelenggarakan peminjaman dan pengembalian buku–buku; b) Mengecek buku–buku yang ada dalam rak; c) Menolong kawan–kawan yang belum berpengalaman

Cara pengelolaan perpustakaan sekolah.

Perpustakaan merupakan sarana penting bagi pendidikan. Suatu lembaga pendidikan yang tidak mempunyai perpustakaan akan sangat sulit berkembang. Untuk lebih meningkatkan pendidikan di sekolah, sudah semestinya perpustakaan berisi buku–buku yang mendukung kegiatan pendidikan tersebut, yaitu buku–buku yang langsung berhubungan dan mendukung mata pelajaran, serta buku–buku lain yang bersifat pengetahuan umum yang berguna untuk siswa dalam usaha menambah cakrawala pemikiran–pemikiran mereka.

Pengelola perpustakaan hendaknya memperhatikan keseimbangan jumlah buku dan dapat mengembangkan koleksi melalui: 1) Donasi ( sumbangan ); 2) Pembelian; 3) Hasil karya guru atau murid

Perlu di perhatikan pula hendaknya dalam pengembangan koleksi tersebut, agar memperhatikan dan memilih buku–buku yang akan  dijadikan koleksi dalam perpustakaan sekolah, sehingga  dengan demikian dapat dicegah tersalurnya buku–buku yang tidak sesuai dengan keperluan anak didik. Perpustakaan sekolah hendaknya berisi buku–buku yang dapat menunjang tercapainya pendidikan tanpa meninggalkan fungsi dan tujuan perpustakaan.

Di samping itu pengelola perpustakaan sekolah juga mampu, agar dapat menciptakan suasana sekolah, agar dapat menciptakan suasana perpustakaan sekolah, membuat anak kerasan diam di perpustakaan, juga suasana aman dan tenang serta memperhatikan kebersihan dan kerapian ruang perpustakaan.

Agar perpustakaan berjalan dengan baik dan mampu meningkatkan mutunya, sebagai pengelola hendaknya melaksanakan tugas–tugas pokok dalam mengelola perpustakaan, meliputi: a) Mengumpulkan;b)Menginventarisir; )Menyimpan; d) Memelihara; e) Melayani hendaklah di kerjakan dengan baik dan tertib.

Kesimpulan / Saran

Perpustakaan sebagai sumber belajar yang ikut menunjang tercapainya tujuan pendidikan di sekolah. Sesuai perkembangan jaman dan pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan, maka tujuan pendidikan tidak dapat akan tercapai bila hanya menggantungkan pembelajaran di kelas saja tanpa memperhatikan kegiatan–kegiatan di luar kelas yang dapat menunjang tercapainya tujuan pendidikan.

Salah satu kegiatan yang dapat menunjang tercapainya tujuan pendidikan itu adalah dengan meningkatkan  penggunaan sarana perpustakaan yang telah di sediakan , tanpa meninggalkan kedisiplinan kita dalam menjalankan tugas utama sebagai pendidik dan sebagai pengelola perpustakaan, serta dapat menjaga kelestarian semua bahan yang ada di perpustakaan itu demi perkembangan generasi berikutnya.

Untuk menarik minat baca siswa perlu di perhatikan langkah – langkah sebagai berikut: 1) Dengan penerangan atau pengarahan kepada anak; 2) Diadakan lomba membaca buku atau membuat karya tulis secara berkala; 3) Pemilihan bahan pustaka yang sesuai dengan usia, selera dan bakat / kegemaran anak; 4) Diadakan penilaian membaca; 5) Penggunaan bahasa ndonesia yang benar dan mudah di pahami anak dalam setiap buku / karya tulis; 6) Penataan ruang perpustakaan yang mempesona, sehingga anak merasa betah membaca di dalam ruang perpustakaan.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s