Jurnal Belajar, Untuk apa?

Jurnal Belajar, Untuk Apa?

Priyanto, S.Pd

Guru SDN Ngariboyo 1

 Apa itu Jurnal Belajar?

Jurnal Belajar diterjemahkan dari learning journal yakni merupakan dokumen yang secara terus-menerus bertambah dan berkembang. Biasanya ditulis oleh peserta didik (pembelajar), sebagai rekaman terhadap perkembangan materi yang sedang dipelajari.

Jurnal Belajar  merupakan wadah untuk menuliskan hasil refleksi peserta didik tentang pembelajaran yang telah diikuti. Bagaimana tanggapan peserta didik dituliskan dalam Jurnal Belajar , misalnya materi sudah dipahami, materi pembelajaran belum dipahami dengan menuliskan alasan mengapa belum dipahami, penjelasan yang berbeda dengan yang disampaikan gurunya yang didapat dari sumber belajar yang lain. Jurnal Belajar  Peserta didik sangat bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan dan kebiasaan menulis, menyusun suatu alur pikir secara tertulis, yang bagi guru dapat menjadi acuan dalam menilai berhasil tidaknya peserta didik mempelajari materi yang disampaikan.

Jurnal belajarsebagai wadah yang memuat hasil refleksi peserta didik tentang pembelajaran dapat dimanfaatkan guru, kepala sekolah dan bahkan orang tua dapat membacanya sebagai bahan masukan untuk melihat kemampuan peserta didik dalam bidang yang dipelajarinya. Peserta didik mengisinya dengan hasil bacaan, hasil diskusi, refleksi terhadap temuan dalam pembelajaran, hasil pengamatan, hasil abstraksi atau apa saja yang berkaitan dengan pembelajaran di sekolah. Jurnal belajar bukan hanya ditulis oleh peserta didik yang mempunyai karya yang berkualitas dapat mengisinya. Kesempatan menulis Jurnal Belajar diberikan kepada semua peserta didik, walaupun menurut guru apa yang dituliskan peserta didik itu pada awalnya hanya cerita yang kelihatannya kurang bermakna bagi guru tersebut.

Jurnal Belajar tidak hanya berorientasi pada pengembangan kemampuan akademis semata akan tetapi diharapkan melalui kebiasaan menuliskan pengalaman belajar, peserta didik tersebut terbiasa mengekspresikan perasaan, pemikiran ataupun harapannya tentang pembelajaran yang diberikan guru. Jadi lebih dekat sebagai alat untuk komunikasi dan diseminasi informasi, temuan, pemikiran, hasil pengamatan tentang pembelajaran. Peserta didik dibiasakan mengisi Jurnal Belajar, meskipun belum mampu menulis dengan kriteria ilmiah. Isi dari Jurnal belajartidak harus dalam bentuk artikel, hasil telaahan yang memenuhi kriteria ilmiah. Tetapi dapat berupa kalimat-kalimat sederhana, misalnya penyelesaian soal mata pelajaran tertentu atau bahkan hanya ungkapan bahwa peserta didik itu senang belajar hari itu karena guru memberi kesempatan ke luar kelas untuk mengamati tanaman di sekitar sekolah pada pelajaran IPA.

Jurnal Belajar bukan 1) Ringkasan materi pembelajaran, tetapi lebih fokus pada refleksi peserta didik terhadap apa yang telah dibaca atau yang sedang  dipelajari; 2) Katalog belajar, karena dalam katalog belajar biasanya ditulis waktu dan  tanggal mengajar atau dipelajari. Suatu katalog merupakan rekaman peristiwa, akan tetapi jurnal belajar  merupakan rekaman refleksi dan hasil pengamatan dan pemikiran peserta didik.

Apa Keuntungan dari Jurnal Belajar?

Siapa yang paling diuntungkan kalau jurnal belajar  diterbitkan? Tentu peserta didik. Kenyataan menunjukkan, bahwa jika peserta didik memelihara rekaman tentang apa yang diajarkan dan bagaimana materi itu diajarkan, ini merupakan penunjang untuk tetap mengingatnya di dalam kepala, ada pepatah orang tua yang mengatakan ”sebenarnya peserta didik belum tahu apa-apa sampai peserta didik tersebut dapat menuliskannya” dan beberapa hasil penelitian telah membuktikan bahwa ungkapan tersebut benar. Apa yang telah dipelajari peserta didik dapat ditelusuri, termasuk kemajuan yang telah didapatkan atau dilakukan. Peserta didik mulai dapat membedakan di antara pengetahuan dan keterampilan yang dimiliki.

Siapa Penulis Jurnal Belajar?

Seratus tahun yang lalu, pendidikan jarak jauh belum ada dan buku teks masih sangat mahal harganya. Ketika itu, peserta didik harus menuliskan apa yang telah dipelajari pada buku catatan. Isi catatan kuliah tersebut adalah ringkasan dari  materi yang telah dipelajari. Yang menjadi fokus peserta adalah mereka harus menulis dan memutuskan sendiri apa yang akan ditulis. Pada saat ini, tidak dibutuhkan lagi catatan kuliah karena materi kuliah sudah dapat diakses secara online, karena bahan kuliah, yang lebih lengkap dari catatan itu sudah ada di website. Harga buku teks pun sudah relatif murah dan karena kuliah dilaksanakan secara online berarti  peserta didiknya harus mampu mengupload bahannya ke internet (web). Jadi dalam arti seperti pengganti  catatan kuliah, peserta didik hendaknya menggunakan jurnal belajar . Penekanannya memang berbeda tetapi tujuannya sama, yaitu membantu memaknai apa yang telah dipelajari peserta didik.

Isi Jurnal Belajar dapat meliputi:

  • Butir-butir yang ditemukan, khususnya materi yang menarik dari yang dibaca peserta didik dan tertarik untuk ditindaklanjuti lebih detail;
  • Pertanyaan yang muncul di benak peserta didik yang berkaitan dengan materi yang dibaca pada topik tertentu (bahan ajar);
  • Setelah pembelajaran di kelas (segera setelahnya, jika memungkinkan) adalah merupakan waktu yang paling tepat untuk membuat catatan untuk  me-reinforce (mendorong dengan sekuat tenaga) hasil belajar peserta didik  dengan mencoba mengingat apa inti yang telah diajarkan. Berpikir apa yang menjadi poin utama yang baru bagi peserta didik dari materi yang diajarkan hari ini. Peserta didik diminta oleh gurunya untuk menuliskan hal tersebut tanpa melihat buku pelajaran , kemudian membandingkan dengan buku, sekadar untuk menyakinkan apakah poin yang dibuat tersebut akurat;
  • Catatan di jurnal belajar  dapat diambil dari materi lain yang dibaca, yang dikutip dari buku atau materi  yang berkaitan, seperti artikel dalam surat kabar;
  • Catatan apa saja yang berkaitan dengan pokok bahasan, komentar peserta didik dalam bentuk satu atau dua kalimat terhadap pokok bahasan, yang ditemukan/dibaca yang berkaitan dengan materi pembelajaran;
  • Refleksi peserta didik terhadap materi dan kaitannya dengan kebutuhan peserta didik tersebut pada saat guru mengajar;
  • Bagaimana guru mengajarkan materi tersebut dan dikaitkan dengan apa yang diajarkan dengan cara yang berbeda;
  • Pemikiran peserta didik yang belum sepenuhnya terwujud tetapi peserta didik harus merumuskan kembali. Ini bisa meliputi perasaan peserta didik tentang materi dan perkembangan dan teori yang dikembangkan dalam pikiran peserta didik tersebut.
  • Setiap peserta didik diwajibkan memiliki jurnal belajar , yang dapat ditulis setiap hari atau seminggu sekali, setelah guru selesai mengajar.
  • Apakah materi tersebut sudah diketahui peserta didik sebelumnya? Hal-hal seperti itulah yang hendaknya dituliskan oleh peserta didik walaupun hanya satu atau dua paragrap.

Bagaimana Bentuk Jurnal Belajar?

Bagaimana bentuk jurnal belajar ? Kalau guru bertanya kepada peserta didik, bagaimana sebaiknya jurnal belajar  dikelola, kemungkinan ada peserta didik yang menyarankan, sebaiknya diketik menggunakan komputer akan tetapi ada juga yang menyarankan ditulis tangan saja. Tentu saja tergantung kebutuhan dan fasilitas pendukung yang tersedia. Jurnal belajar  dapat dibuat dalam beberapa bentuk alternatif pilihan:

  • Jurnal belajar  bisa dalam ukuran yang kecil, sebesar  block notes atau setengah ukuran kertas A4, atau sebesar kertas A4. Lebih mudah dibuat dalam buku tulis biasa
  • Jurnal belajar  dapat ditulis dalam lembar kertas yang terpisah, kemudian kertas tersebut disusun dan diurutkan berdasarkan poin yang telah diajarkan, apa yang masih perlu diajarkan, pertanyaan peserta didik kepada pengajar dan lain sebagainya;
  • Berdasarkan catatan kecil tadi oleh peserta didik tersebut diuraikan kedalam tulisan (diketik atau ditulis tangan) dan ini akan menjadi catatan penting sebagai  referensi, catatan setelah pembelajaran selesai;
  • Jika satu saat nanti di masa yang akan datang, peserta didik langsung menulis di laptop atau komputer, kemudian dicetak, setiap halaman dibundel/dijilid, sebagai rekaman permanen perkembangan pembelajaran dan hasil belajar peserta didik;
  • Jika lebih suka membaca dari layar komputer, akan tetapi disarankan tetap membuat  print outnya untuk menjaga kalau mengalami kesulitan membuka file yang dibuat oleh peserta didik (terjadi gangguan sehingga tidak dapat dibaca).
  • Bentuk yang mana pun yang akan dipilih, yang penting bahwa tulisan peserta didik tersebut setiap selesai ditulis diberikan kepada gurunya untuk dibaca dan boleh dibaca oleh temanya (diharapkan).

Pemikiran Pribadi

Peserta didik bisa memasukkan hasil pemikiran pribadi ke dalam jurnal belajar , meskipun hal itu tidak ingin diketahui oleh gurunya, akan tetapi hal tersebut dinilai perlu untuk diketahui orang lain (di kemudian hari) atau bisa juga tidak diberikan kepada guru, akan tetapi disimpan atau didokumentasikan sendiri.

Apakah ada Waktu untuk Menulis Jurnal Belajar?

Waktu yang diperlukan untuk menulis jurnal belajar  tersebut tidak lebih dari 10 menit, jika dilakukan secara rutin setiap hari, mungkin hanya satu jam per minggu. Pada awalnya mungkin bisa lebih dari satu jam (karena belum terbiasa), tetapi lama-kelamaan, asalkan dilakukan secara rutin setiap orang hanya menghabiskan waktu 1 jam per minggu untuk menulis isi jurnal belajar . Jika setiap minggu menghasilkan satu halaman, maka satu bulan telah ada empat halaman.

Nilai

Karena belajar tampaknya adalah kegiatan yang bersifat individual, maka mungkin tulisan yang dimuat di jurnal belajar, adalah ‘peristiwa penting’ dalam pembelajaran yang diharapkan mendapat respon dari guru atau rekan-rekanya, sepeti hasil bacaan (buku, artikel atau apa saja yang menarik bagi yang bersangkutan yang ada kaitannya dengan pembelajaran).

Tujuan  Jurnal Belajar

Tujuan membuat jurnal belajar  adalah bagaimana agar peserta didik memperoleh keuntungan dari jurnal tersebut. Dengan menuliskan sesuatu yang bermakna atau pemikiran peserta didik tentang pengalaman berharga dalam belajar, selain sebagai bahan refleksi dapat dijadikan rujukan oleh pembaca/peserta didik lain yang menghadapi hal yang sama. Jurnal belajar  diharapkan menjadi wadah untuk saling sharing informasi, pengalaman belajar, hasil pemikiran, hasil bacaan, pertanyaan kepada guru dan lain sebainya.

Jurnal belajar  dapat merupakan tempat untuk bertanya, jika ada peserta didik tidak mengerti penjelasan gurunya, setelah itu dituliskan dalam jurnal belajar  yang kemudian dibaca oleh sang guru. Setelah guru membacanya, pada pertemuan berikutnya dijawab oleh sang guru, yang membuat peserta didik memahami materi yang sebelumnya membingungkan yang bersangkutan.

Alternatif lain, setelah peserta didik selesai mengikuti pembelajaran, diminta menulis jurnal belajar  sebagai ‘catatan’ yang dibuat tentang pembelajaran, dilengkapi dengan pemikiran yang bersangkutan. Atau bisa juga tentang:

  • Meminta penjelasan tentang pengertian, pengerjaan rumus, kendala yang dihadapi oleh peserta didik;
  • Materi yang didapatkan dari sumber lain, termasuk di luar buku rujukan yang diberikan guru;
  • Memberi tahu sumber belajar  yang lain yang lebih menarik dan lebih mudah menguasai materi karena lebih sederhana.

 

Pengalaman belajar
  • Pada pembelajaran (IPS): pagi ini pembahasan mengenai kenampakan alam saya merasa senang karena diajak guru untuk belajar di luar ruang kelas untuk mengamati penampakan alam sekitar sekolah.
  • Pada hari ini saya sangat senang belajar Bahasa Indonesia: karena saya diajari berwawancara seperti wartawan yang sedang mencari berita
Materi yang telah dipahami
  • Materi yang telah saya pahami pada pembahasan kenampakan alam adalah kenampakan alam dan kenampakan buatan yang ada di sekitar sekolah.
  • Sekarang saya lebih senang dan paham bagaimana mewawancarai narasumber,  untuk mencari informasi apapun
Materi yang belum dipahami dengan menyebutkan alasan dan kendalanya
  • Pada pembahasan kenampakan alam materi yang belum saya pahami adalah kenampakan alam dan buatan untuk daerah lain, kendala yang dihadapi karena tidak cukup waktu.
  • Karena  saya kurang memahami menentukan pokok-pokok wawancara, maka saya berdiskusi dengan teman yang dekat rumah saya dan besuknya bertanya pada pak Guru untuk memastikan keyakinan saya
Usaha/cara untuk mengatasinya
  • Karena waktu yang tidak cukup maka saya mencari sendiri informasi kenampakan alam di daerah lain yang saya inginkan.
  • Saya belum berani bertanya sendiri, saya sangat tertolong jika bersama-sama teman ketika berwawancara.
Upaya pengayaan
  • Saya memperoleh informasi tentang kenampakan daerah lain pada saat saya bertamasya dengan orang tua.
  • Saya bertanya kepada orang tua dan kakak di rumah.
Contoh Pengisian Jurnal Belajar Siswa

 

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s