Pemanfaatan Media dalam Pembelajaran

PEMANFAATAN MEDIA DALAM PEMBELAJARAN DI SEKOLAH

 Oleh : Karminah, S.Pd.SD

SDN Banyudono 1

 A.       Peranan Media dalam pembelajaran

 Di dalam pembelajaran terdapat tujuan, kegiatan belajar, media pembelajaran, metode mengajar dan evaluasi. Kegiatan belajar yang dapat dilakukan oleh seorang pembelajaran untuk mencapai tujuan khusus yang telah ditetapkan banyak sekali ragamnya. Mulai dari kegiatan yang paling dasar, seperti membaca, mendengarkan, menulis sampai kegiatan-kegiatan lain yang lebih kompleks yang mengintegrasikan kegiatan­kegiatan dasar tersebut (Degeng, 1988:150). Sedangkan adanya media dalam pembelajaran adalah penting dalam rangka merangsang kegiatan belajar. Dengan adanya interaksi antara pembelajaran dengan media wujud nyata dari tindak belajar. Sementara bentuk belajar mengajar merupakan salah satu komponen dalam strategi penyampaian, apakah pembelajaran di kelompokkan dalam kelompok besar, kecil, perseorangan atau mandiri.

Membahas masalah media pembelajaran, Schramm (1973 : 4-5) membedakan media menjadi dua golongan besar berdasarkan atas biaya yang dikeluarkan, yaitu: media besar dan media kecil. Media besar memerlukan biaya yang besar kompleksitas yang tinggi dan membutuhkan tenaga yang lebih terlatih. Sedangkan media kecil adalah yang memerlukan biaya yang tidak terlalu besar, tidak terlalu rumit, dan relative tidak memerlukan tenaga yang tidak terlatih. Selanjutnya Shcramm (1972:12) menguraikan bahwa tidak ada media yang lebih ungguldari media yang lain untuk segala keperluan.

Peranan media dalam pembelajaran dapat dikemukakan sebagai berikut:

  1. Media dapat menyiarkan informasi penting
  2. Media dapat digunakan untuk memotivasi pembelajaran pada awal pelajaran.
  3. Media dapat menambah pengayaan dalam belajar
  4. Media dapat menunjukkan hubungan-hubungan
  5. Media dapat mcmbantu belajar perorangan
  6. Media dapat mendekatkan hal-hal yang ada di luar ke dalam kelas (Tresna, 1988:167)

Pengetahuan tentang fungsi dan kemampuan media, merupakan hal yang sangat penting artinya apabila media merupkan bagian integral dari pembelajaran karena dasar kebijakan dalam pemilihan, pengembangan, maupun pemanfaatan media tidak dapat terlepas dari pengetahuan ini. Kedudukan media sebagai alat bantu pembelajaran merupakan salah satu lingkungan belajar yang diatur oleh guru.

  1. B.       Kapan Media Perlu digunakan

Dalam hubungannya dengan penggunaan media pada waktu berlangsungya pembelajaran setidak-tidaknya digunakan guru pada waktu sebagai berikut :

  1. Perhatian siswa terhadap pembelajaran sudah berkurang sebagai akibat kebosanan mendengarkan uraian guru yang panjang lebar. Penjelasan atau penuturan secara verbal oleh guru dalam penyampaian isi mata pelajaran kurang menarik dan cenderung monoton mengakibatkan perhatian siswa semakin lama semakin berkurang. Dalam situasi yang demikian maka media akan mempunyai makna bagi siswa. Dalam konteks ini, media memerankan dirinya sebagai stimulus bagi siswa.
  2. Bahan pembelajaran yang dijelaskan oleh guru kurang dipahami siswa. Dalam situasi ini sangat bijaksana apabila guru menggunakan media untuk memperjelas pemahaman siswa mengenai bahan yang diajarkan. Misalnya dengan menggunakan media grafis, film, Koran, gambar dan lain-lain.
  3. Terbatasnya sumber belajar. Tidak semua sekolah mempunyai buku sumber yang memadai. Atau tidak semua bahan pembelajaran ada di buku sumber. Dalam situasi yang demikian, maka guru perlu kiranya membuat terobosan secara kreatif bisa dalam bentuk sumber belajar maupun dalam bentuk media. Misalnya indicator yang diharpakan dalah “meraih prestasi terbaik dalam berbagai bidang”, maka guru dapat menggunakan seorang atlet yang berprestasi sebagai sumber dan media dalam pembelajaran. Dalam konteks ini memang perlu persiapan yang matang dan kadangkala biaya yang tidak sedikit. Atau kalau mau yang agak murah adalah dengan menggunakan buku kisah-kisah orang sukses kemudian meminta siswa untuk menganalisis mengapa orang tersebut sukses atau berprestasi.
  4. Guru tidak bergairah untuk menjelaskan bahan pembelajaran melalui penuturan kata-kata (verbal) akibat terlalu lelah atau sebab yang lainnya. Dalam situasi yang demikian maka guru dapat menampilkan media dan sumber belajar selain guru dan buku tenrtunya. Taruhlah Koran yang paling mudah untuk didapat. Guru tinggal mengkopi peristiwa atau kejadian dikoran kemudian guru meminta kepada siswa untuk melakukan analisis terhadap peristiwa tersebut. Tentu saja penggunaan Koran sebagai media dan sumber belajar tetap mengacu pada indicator yang akan dicapai.

Ketika kita hendak memilih dan menggunakan media untuk kepentingan pembelajaran, berikut ini beberapa hal yang perlu diperhatikan:

  1. Ketetapan dengan tujuan (standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator) pembelajaran. Media pembelajaran yang dipilih atas dasar kompetensi yang hendak dicapai itu adalah dalam kategori pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, bahkan sampai dengan kreativitas yang sampai dengan, saat ini dianggap sebagai taksonomi tertinggi dalam domain kognitif.
  2. Dukungan terhadap isi dart bahan pembelajaran. Apakah bahan pembelajaran yang sifatnya fakta, prinsip, konsep dan generalisasi dalam kondisi tertentu memerlukan media agar mempermudah pemahaman siswa.
  3. Kemudahan memeperoleh media. Hal ini sangat penting sehingga waktu yang digunakan oleh guru tidak habis hanya digunakan untuk mempersiapkan media saja, sementara pekerjaan yang lain terabaikan. Kemudahan yang dimaksudkan juga terkait dengan biaya yang dikeluarkan. Bagi sekolah-sekolah yang mempunyai anggaran barang kali tidak menjadi persoalan, namun bagi sekolah tertentu ada ruangan dan bangku saja sudah merupakan sesuatu yang patut disukuri.
  4. Keterampilan guru dalam menggunakannya. Apapun jenis media yang digunakan namun apabila ternyata guru tidak mampu atau kurang cakap mengoprasikannya maka jam pelajaran akan habis di gunakan untuk mempersiapkan dan mengoprasikan media yang akan digunakan. Akibat lain yang dapat ditimbulkan adalah perhatian siswa bukan saja semata-mata ke media yang digunakan akan tetapi pada ketidakmampuan guru dalam mengoprasikannya. Sehingga jangan sampai muncul pendapat dikalangan siswa “kalau tidak bisa mengoprasikan lebih baik tidak usah saja, daripada menghabiskan waktu saja”.
  5. Tersedia waktu untuk menggunakan. Memang waktu yang digunakan untuk mencapai kompetensi yang telah ditetapkan cukup, bahkan dengan adanya media diharapkan waktu yang digunakan untuk mencapai kompetensi lebih cepat daripada waktu yang telah direncanakan.
  6. Sesuai dengan taraf berfikir siswa. Hal ini berarti bahwa media pembelajaran yang digunakan haruslah mempunyai misi yang mampu dicerna oleh siswa jangan sampai sebaliknya, kehadiran media justru malah membingungkan siswa dalam memahami materi.
  7. C.           Ukuran Keberhasilan Penggunaan Media Pembelajaran

 

Kehadiran media dalam pembelajaran jangan dipaksakan sehingga mempersulit tugas guru, tetapi harus sebaliknya yakni mempermudah guru dalam menjelasakan bahan pembelajarannya. Media bukan keharusan dalam setiap pembelajaran tetapi sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran.

Dalam konteks ini pada dasarnya ukuran keberhasilan dalam penggunaan media pembelajaran setidaknya meliputi efektifitas, efisiensi dan daya tarik pembelajaran. Efektifitas berkaitan dengan pencapaian kompetensi oleh siswa. Pencapaian kompetensi ini setidaknya telah mencapai Standar Ketuntasan Belajar Minimal (SKBM) yang telah ditatapkan. Atau dalam kelaziman sebagai indikator efektifitas pembelajaran adalah prestasi belajar siswa. Dalam kondisi tertentu pemakaian media pembelajaran dalam hubungannya dalam efektifitas dapat digunakan untuk kegiatan remedial. Sementara efisiensi berkaitan denga waktu yang digunakan untuk mencapai kompetensi yang telah ditetapkan. Beberapa orang yang menaruh perhatian dalam teknologi pembelajaran memberikan penjelasan bahwa efisiensi berhubungan juga dengan biaya yang dikeluarkan. Sedangkan indikator daya tarik yang ditimbulkan dengan adanya media dalam pembelajaran seringkali dihubungkan dengan kemauan dan motivasi siswa untuk belajar secara terns menrus tentang mata pelajaran tersebut. Jika kehadiran media pembelajaran mampu menberikan kontribusi dalam tiga indikator diatas berarti media dapat berjalan secara sempurna. Namun jika mampu memberikan satu atau dua indikator saja sudah cukup baik.

Sebagai  bahan pemikiran dan kajian bahwa tidak ada media yang lebih baik dibandingkan dengan media yang lain. Setiap media mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing, bergantung pada kompetensi yang hendak dicapai, karateristik siswa, kemampuan guru, karakteristik mata pelajaran, kondisi sekolah, biaya, dan lain-lain. Beberapa penelitian tentang pemanfaatan media yang dikaitkan dengan prestasi belajar siswa menunjukkan hasil yang tidak konsisten. Oleh karena itu, para pemerhati dalam bidang teknologi pembelajaran mencoba untuk memberikan rekomendasi bahwa penelitian-penelitian yang berhubungan dengan media lebih baik jika tidak somata-mata dihubungkan dengan satu fariabel prestasi belajar siswa saja. Penelitian tentang pemanfaatan media akan menjadi lebih baik jika dihubungkan dengan variabel yang lebih luas misalnya daya tarik, motivasi, dan perhatian ketika pembelajaran berlangsung.

Daftar Pustaka

Degeng, I N. S. 1988. Ilmu Pengajaran: Taksonomi Variabel. Jakarta : Depdikbud Dirjen Dikti P2LPTK

Schramm, W. 1977. Big Media Little Media. California: Sage Publication Beverly Hill

Sujana, N. 2002. Media Pengajaran. Bandung: Sinar Baru Agensindo

Tresna, S. 1988. Proses Belajar Mengajar di Perguruan Tinggi. Jakarta: Depdikbud Dirjen Dikti P2LPTK

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s