MODEL PEMBELAJARAN COOPERATIVE INTEGRATED READING AND COMPOSITION

Dalam Undang Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang system Pendidikan Nasional secara umum manusia membutuhkan pendidikan dalam kehidupannya ,karena pendidikan merupakan usaha agar manusia dapat mengembangkan potensi dirinya melalui proses pembelajaan atau cara lain yang lebih dikenal oleh masyarakat. Untuk itu seluruh komponen bangsa wajib mencerdaskan kehidupan bangsa yang merupakan salah satu tujuan Negara Indonesia .

Kelas merupakan tempat terjadinya proses belajar mengajar antara guru dan siswa, dimana guru harus bisa menyampaikan kompetensi yang ingin dicapai dan siswa mendapatkan ilmu sesuai dengan kompetensi tersebut. Untuk pencapaian tujuan pembelajaran yang diharapkan, seorang guru harus memberikan pengajaran atau mengajar yang menyenangkan sehingga ilmu yang diserap oleh siswa dapat memberikan manfaat secara nyata bagi kehidupan siswa tersebut. Pembelajaran yang biasa diterapkan di kelas selama ini menggunakan metode ekspositori, dimana pembelajaran berpusat pada guru, siswa menjadi pasif, dan kurang terlibat dalam pembelajaran. Hal ini menyebabkan siswa mengalami kejenuhan yang akhirnya berakibat minimnya hasil belajar siswa. Menurut Hamalik (2003:31) “hasil belajar adalah pola perbuatan, nilai, pengertian, sikap, apresiasi, abilitas, dan keterampilan dari adanya proses belajar”. Hasil belajar merupakan bukti dari adanya perubahan tingkah laku siswa setelah menerima pelajaran dari guru.

Di dalam pelaksanaan pembelajaran, terdapat berbagai jenis metode atau model pembelajaran inovatif  yang dapat digunakan, salah satunya ialah pembelajaran jenis kooperatif. Nurhadi dkk (2004:61) menyatakan “pembelajaran kooperatif adalah pembelajaran yang secara sadar dan sengaja mengembangkan interaksi yang silih asuh untuk menghindari ketersinggungan dan kesalah pahaman yang dapat menimbulkan permusuhan”.

Menurut Suprijono (2009:111) pembelajaran aktif adalah salah satu metode pembelajaran yang hakikatnya untuk  mengarahkan    potensi peserta didik terhadap materi yang dipelajarinya. Dari metode pembelajaran aktif ini, siswa dapat memiliki peran yang cukup besar dalam mengeluarkan seluruh kreatifitas dan kemampuannya selama proses belajar mengajar berlangsung. Sehingga pada mata pelajaran Bahasa Indonesia sekolah dasar kelas atas, metode pembelajaran ini dapat dipergunakan.

Dalam pembelajaran aktif dikenal berbagai tipe yang salah satunya adalah pembelajaran aktif tipe Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC). Model Cooperative Integrated Reading and Composition merupakan program komprehensif untuk mengajarkan membaca dan menulis pada sekolah dimana para siswa ditugaskan untuk berpasangan dalam tim mereka untuk belajar dalam serangkaian kegiatan yang bersifat kognitif . Model CIRC ini dapat memotivasi siswa untuk membaca suatu wacana dan memahami isinya, sehingga hasil belajar mereka mengalami peningkatan dengan adanya metode tersebut.

  1. Model pembelajaran Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC)

Model Cooperative Integrated Reading and Composition merupakan program komprehensif untuk mengajarkan membaca dan menulis pada sekolah dimana para siswa ditugaskan untuk berpasangan dalam tim mereka untuk belajar dalam serangkaian kegiatan yang bersifat kognitif (Slavin, 2008 :16).

Suprijono ( 2009:130) menyebutkan, langkah-langkah di dalam pembelajaran CIRC adalah sebagai berikut :

  1. Membentuk kelompok yang anggotanya 4 orang yang secara hiterogen
  2. Guru memberikan wacana/kliping sesuai dengan topik pembelajaran
  3. Siswa bekerja sama saling membacakan dan menemukan ide pokok dan memberi tanggapan terhadap wacana/kliping dan ditulis pada lembar kertas
  4. Siswa mempresentasikan atau membacakan hasil kelompok
  5. Guru membuat kesimpulan bersama

 Hasil belajar

Menurut Hamalik (2003:31) “hasil belajar adalah pola perbuatan, nilai, pengertian, sikap, apresiasi, abilitas, dan keterampilan dari adanya proses belajar”. Hasil belajar adalah kemampuan-kemampuan yang dimiliki siswa setelah ia menerima pengalaman belajarnya .Hasil belajar merupakan bukti dari adanya perubahan tingkah laku siswa setelah menerima pelajaran dari guru. Hamalik (2003:183) “perbedaan hasil belajar di kalangan para siswa disebabkan oleh berbagai alternatif faktor-faktor, antara lain :

  • Faktor kematangan akibat kemajuan umur kronologis
  • Latar belakang masing-masing
  • Sikap
  • Bakat atas suatu bidang pelajaran yang diberikan

Selama ini kemampuan menggunakan metode pembelajaran belum begitu maksimal memperoleh perhatian  dari sekolah , kususnya guru bahasa Indonesia. Seharusnya kemampuan mengunakan metode pembelajaran dalam kegiatan pembelajaran sehari hari di sekolah .

Pada hakekatnya kemampuan menggunakan metode pembelajaran CIRC sangat dominan dalam pelajaran Bahasa Indonesia. Karena guru membutuhkan pengetahuan dan tata cara khusus , maka dari itu sejak awal hendaknya ditanamkan bagaimana cara menggunakan metode CIRC yang benar pada diri siswa sehingga kelak mereka mampu berkarya hidup di masyarakat.

Mengingat begitu pentingnya penggunaan metode CIRC , maka guru berkeinginan meningkatkan hasil belajar siswa di klas atas terutama pelajaran Bahasa Indonesia.

Menurut  buku Pedoman Penulisan Karya Ilmiah Universitas Negeri Malang (UM, 2010:58) dinyatakan bahwa “Peneliti adalah pihak yang merasakan adanya masalah yang perlu diselesaikan, oleh karena itu, kehadiran peneliti ( guru ) di dalam kancah penelitian sangatlah penting artinya agar dapat menghayati apa yang sebenarnya terjadi di lapangan”. Dari paparan diatas maka peran peneliti ( guru ) di dalam penelitian di lapangan mutlak  diperlukan , karena peneliti ( guru ) bertindak sebagai instrument kunci yakni sebagai pengumpul data, penganalisis data, pengamat, sekaligus sebagai fasilitator  dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia dalam upaya mengatasi masalah hasil belajar siswa yang rendah. Peneliti ( guru ) bertindak untuk melangsungkan proses pembelajaran yang menerapkan metode pembelajaran kooperatif tipe  Cooperative Integrated Reading and Composition (CIRC) guna mencapai keberhasilan berupa peningkatan hasil belajar siswa di kelas atas.

Bertitik tolak dari hasil yang diperoleh siswa di kelas atas dapat diimplikasikan:

  • Guru memperoleh bahan pertimbangan guna pengembangan metoda mengajar bahasa Indonesia .
  • Pembaca lain dapat menjadikan hasil siswa ini sebagai bahan referensi untuk peningkatan hasil belajar serupa dengan obyek yang berbeda.
  • Mengambil kebijakan dalam pengembangan kurikulum dapat sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan kebijakan

Berdasarkan uraian  tersebut diatas , saya dapat memberikan saran –  saran sebagai berikut:

  1. Dalam usaha peningkatan kosa kata siswa, hendaknya guru dapat memanfaatkan media yang ada di sekitarnya sehingga siswa mempunyai pengalaman kongret dalam menguraikan apa yang dipahami dan diketahui dalam bentuk lisan.
  2. Guru sebaiknya memberikan dorongan yang positif pada siswa sehingga mereka mampu menuangkan pengetahuannya dalam kalimat untuk meningkatkan motifasi belajar siswa.
  3. Guru dapat menggunakan alat peraga atau media lain ,seperti Audio Visual untuk meningkatkan motifasi siswa.
  4. Penelitian serupa hendaknya dilengkapi dengan data yang lebih lengkap mengenai kesalahan siswa dalam mengembangkan karangan beserta pembetulannya sehingga siswa dan guru dapat mengetahui perkembangannya
  5. Guru dapat menggunakan model model pembelajaran yang ada saat ini untuk meningkatkan motifasi siswa.

DAFTAR PUSTAKA

Arikunto, S. 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: PT. Bumi Aksara

Hamalik, Oemar. 2008. Proses Belajar Mengajar. Jakarta : Bumi Aksara.

Nurhadi, dkk. 2003. Pembelajaran Kontekstual dan Penerapannya dalam KBK. Malang: Penerbit UM

Suprijono, A. 2009. Cooperative Learning. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Suyatno. 2009. Menjelajah Pembelajaran Inovatif. Sidoarjo: Masmedia Buana Pustaka Nurhadi dkk 2004.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s